Postingan

Pesan Alma di Akhir 2025

Gambar
Membaca kembali laman demi laman blog ini. Mengingatkan kita pada Alma yang masih ambisius mengejar impiannya. Alma yang belum mengenal rasanya mental breakdown . Alma yang penuh semangat, penuh ambisi dan jujur pada dirinya sendiri. *** Kenalan yuk, dengan Alma di penghujung tahun 2025.  Alma di tahun 2015 hingga 2017 aktif mencari kesempatan menjelajah dunia lewat program pertukaran pelajar/pemuda bebas biaya. Sayang, Alma di periode tahun 2025 merasa impian itu semakin jauh. Kabar baiknya, di bulan Oktober 2025 lalu dia coba hidupkan lagi semangatnya, lewat Postcrossing . Bertukar kartu pos dengan orang asing di belahan dunia yang lain. Sambil berharap, suatu saat ia akan menginjakkan kakinya di tempat itu, menyusul kartu pos yang ia kirim. Postcrossing membantu Alma menyalakan kembali semangatnya yang redup.  Alma di 2014 hingga 2016 bisa dengan percaya diri berbangga atas pencapaiannya. Sayang, rasa percaya diri dan bangga Alma di 2017 hancur lebur oleh sebuah pertanyaan ...

Percayalah, aku rindu

Gambar
baru beberapa hari, rasanya aku ingin lari menemuimu dan tak kembali pertemuan singkat yang akhirnya mempersatukan dua insan yang ternyata saling membutuhkan tak pernah terbayang menemukanmu yang tak tergapai anganku pertemuan sederhana percakapan penuh makna perjalanan kaya rasa kenangan yang tak ingin ku lupa aku selalu tau kota itu penuh rindu aku tak pernah tau kota itu akan semakin ku rindu dengan kehadiranmu masih ku ingat sakitnya bertemu fakta masih ku ingat betapa menakutkan menaruh rasa baru kali ini aku begitu berani menyerahkan diri sepenuhnya saat semua baru dimulai salahkah?  aku tak tau jawabanya karena aku percaya rasanya semua akan baik saja katamu, kita adalah satu aku percaya itu Pamulang, 29 Januari 2020 dari si Kentang untuk si Ubi *) ditulis saat terpisah 435 km jauhnya

Konstruksi Sosial Adalah Racun

Sudah sangat lama sejak tulisan terakhir di blog saya ini. Berawal dari sekedar curhatan dan kisah pengalaman sederhana, dalam blog ini saya akan mulai membagi opini kepada khalayak. Berharap bisa memberi manfaat bagi pembaca. Kali ini saya ingin memberi opini. Kemungkinan besar karya ini akan memiliki sumber ilmiah yang sedikit namun tulisan ini bersumber dari keresahan saya setelah beridskusi dengan kawan dekat saya di kampus. *** Saya hidup di negara dimana patriarki masih membudaya, Indonesia. Kontruksi sosial yang mendiskreditkan perempuan masih menjadi pemahaman umum. Konstruksi dimana laki-laki harusnya memiliki kapabilitas diatas wanita, hal yang tabu bagi laki-laki dalam keluarga mengerjakan perkerjaan perempuan. Terutama dalam kehidupan suami-istri. laki-laki memiliki kuasa penuh atas pilihan dan kehidupan istri. Saya tidak akan mengomentari konteks keagamaan karena akan membuat tulisan ini terlalu beresiko. Saya akan berbicara dalam konteks bagaimana konstruksi...