Postingan

Konstruksi Sosial Adalah Racun

Sudah sangat lama sejak tulisan terakhir di blog saya ini. Berawal dari sekedar curhatan dan kisah pengalaman sederhana, dalam blog ini saya akan mulai membagi opini kepada khalayak. Berharap bisa memberi manfaat bagi pembaca. Kali ini saya ingin memberi opini. Kemungkinan besar karya ini akan memiliki sumber ilmiah yang sedikit namun tulisan ini bersumber dari keresahan saya setelah beridskusi dengan kawan dekat saya di kampus. *** Saya hidup di negara dimana patriarki masih membudaya, Indonesia. Kontruksi sosial yang mendiskreditkan perempuan masih menjadi pemahaman umum. Konstruksi dimana laki-laki harusnya memiliki kapabilitas diatas wanita, hal yang tabu bagi laki-laki dalam keluarga mengerjakan perkerjaan perempuan. Terutama dalam kehidupan suami-istri. laki-laki memiliki kuasa penuh atas pilihan dan kehidupan istri. Saya tidak akan mengomentari konteks keagamaan karena akan membuat tulisan ini terlalu beresiko. Saya akan berbicara dalam konteks bagaimana konstruksi...

Sajadah Ego?

Gambar
Sumber Sebagai muslim kita punya kewajiban untuk mendirikan shalat. Selain mukena dan sarungada sajadah yang senantiasa menemani muslim saat mendirikan shalat. Dan sajadah ini yang ingin saya bahas. Saat memasuki masjid, hampir semua masjid selalu memiliki karpet panjang yang digunakan sebagai alas shalat. Tapi biasanya orang membawa sajadahnya sendiri. Dan memang lebih nyaman sujud di sajadah yang kita bawa sendiri karena jelas kebersihannya. Namun ada satu yang membuat saya tidak nyaman ketika setiap orang membawa sajadahnya sendiri ke masjid. yaitu ketika sajadah menjadikan shaf tidak rapat . Diatara orang-orang yang membawa sajadahnya sendiri tidak sedikit yang membawa sajadah besar. Lebih besar dari ukuran tubuhnya sehingga menyisakan jarak dengan jamaah di sampingnya. Sering saya perhatikan orang enggan memasuki area sajadah orang lain dan sebaliknya untuk merapatkan shaf padahal jarak yang ada bisa diisi oleh satu jama'ah lagi. Entah karena ego pribadi masing-m...

Kacamata Baru

Gambar
     Bukan kacamata secara harfiah tapi cara pandang. Cara pandang mengenai hidup. Mengenai rencana hidup.   Sudah bukan saatnya hanya bermain-main. Bukan saatnya lagi untuk melakukan hal tanpa pertimbangan. Sekarang saatnya berhadapan dengan dunia diluar kebiasaan. Dimana semua mata akan melihat. Semua ikut menilai. Keluar dari zona nyaman. Keluar dari lingkungan homogen sekolah kegamaan putri menuju lingkungan yang jauh lebih kompleks dengan segala heterogenitasnya. Memulai lagi dari awal. Menyesuaikan diri. Mencari kawan yang tepat. Kawan yang dapat merangkul kita menuju kesuksesan.    Berada di suatu lingkungan dalam waktu bertahun-tahun pasti akan merubah diri kita. Disadari atau tidak, baik perubahan kearah positif maupun negatif. Merubah cara pandang. Tak jarang mengubah keprobadian. Hal yang terpenting dari semua perubahan yang akan terjadi adalah bagaimana kita menjadikan diri kita menjadi lebih baik dari perubahan itu. Menjadi lebih dewa...