Postingan

Percayalah, aku rindu

Gambar
baru beberapa hari, rasanya aku ingin lari menemuimu dan tak kembali pertemuan singkat yang akhirnya mempersatukan dua insan yang ternyata saling membutuhkan tak pernah terbayang menemukanmu yang tak tergapai anganku pertemuan sederhana percakapan penuh makna perjalanan kaya rasa kenangan yang tak ingin ku lupa aku selalu tau kota itu penuh rindu aku tak pernah tau kota itu akan semakin ku rindu dengan kehadiranmu masih ku ingat sakitnya bertemu fakta masih ku ingat betapa menakutkan menaruh rasa baru kali ini aku begitu berani menyerahkan diri sepenuhnya saat semua baru dimulai salahkah?  aku tak tau jawabanya karena aku percaya rasanya semua akan baik saja katamu, kita adalah satu aku percaya itu Pamulang, 29 Januari 2020 dari si Kentang untuk si Ubi *) ditulis saat terpisah 435 km jauhnya

Konstruksi Sosial Adalah Racun

Sudah sangat lama sejak tulisan terakhir di blog saya ini. Berawal dari sekedar curhatan dan kisah pengalaman sederhana, dalam blog ini saya akan mulai membagi opini kepada khalayak. Berharap bisa memberi manfaat bagi pembaca. Kali ini saya ingin memberi opini. Kemungkinan besar karya ini akan memiliki sumber ilmiah yang sedikit namun tulisan ini bersumber dari keresahan saya setelah beridskusi dengan kawan dekat saya di kampus. *** Saya hidup di negara dimana patriarki masih membudaya, Indonesia. Kontruksi sosial yang mendiskreditkan perempuan masih menjadi pemahaman umum. Konstruksi dimana laki-laki harusnya memiliki kapabilitas diatas wanita, hal yang tabu bagi laki-laki dalam keluarga mengerjakan perkerjaan perempuan. Terutama dalam kehidupan suami-istri. laki-laki memiliki kuasa penuh atas pilihan dan kehidupan istri. Saya tidak akan mengomentari konteks keagamaan karena akan membuat tulisan ini terlalu beresiko. Saya akan berbicara dalam konteks bagaimana konstruksi...

Sajadah Ego?

Gambar
Sumber Sebagai muslim kita punya kewajiban untuk mendirikan shalat. Selain mukena dan sarungada sajadah yang senantiasa menemani muslim saat mendirikan shalat. Dan sajadah ini yang ingin saya bahas. Saat memasuki masjid, hampir semua masjid selalu memiliki karpet panjang yang digunakan sebagai alas shalat. Tapi biasanya orang membawa sajadahnya sendiri. Dan memang lebih nyaman sujud di sajadah yang kita bawa sendiri karena jelas kebersihannya. Namun ada satu yang membuat saya tidak nyaman ketika setiap orang membawa sajadahnya sendiri ke masjid. yaitu ketika sajadah menjadikan shaf tidak rapat . Diatara orang-orang yang membawa sajadahnya sendiri tidak sedikit yang membawa sajadah besar. Lebih besar dari ukuran tubuhnya sehingga menyisakan jarak dengan jamaah di sampingnya. Sering saya perhatikan orang enggan memasuki area sajadah orang lain dan sebaliknya untuk merapatkan shaf padahal jarak yang ada bisa diisi oleh satu jama'ah lagi. Entah karena ego pribadi masing-m...