Kabar Q1 2026 Alma
Syawal 1447 H berakhir, masuk ke bulan baru; Zulkaidah. Masih dengan Alma yang sama, tanpa perubahan signifikan. Terus mencari jawaban, mencari solusi dari persoalan-persoalan dihadapannya. Mari kita lihat perubahan yang sudah Alma lalui sepanjang Q1 2026.
Postcrossing📬
Kembali Terhubung, Lalu Berkabung🥀
Alma merasakan berkah Syawal 1447 H. Kembali terhubung dengan kawan lama UIN Jakarta, meski sekadar via Whatsapp. Ada kawan yang sedang berjuang mengumpulkan modal menghalalkan pujaan hati di negeri Jiran. Kawan yang lain mendapatkan perkerjaan baru di Italia, akan menetap beberapa bulan di sana. Senang rasanya mendengar kabar baik dari orang-orang ini. Turut senang dengan perkembangan mereka. Meski rasanya Alma masih di tempat yang sama. Tidak tau harus kemana.
Selain kabar baik, akhir 10 April 2026 ada kabar duka dari rekan kelas A HI UIN Jakarta. Nurlely Damayanti binti Iding Rosyidin dikabarkan meninggal dunia setelah koma sejak 3 April 2026. Alfatihah untuk Lely. semoga keluarga dan orang tersayang di sekitarnya diberitak ketabahan dan kelapangan hati. Terima kasih Mael dan Kindy yang terus berbagi informasi perkembangan Lely sampai ke pemakaman.
Ingin Berkeluarga, tapi, "dari mana duitnya?"
Saat silaturahmi ke rumah kerabat bulan Syawal kemarin, Alma mendapati petanyaan "kapan giliranmu (menikah)?" dan hanya bisa menjawab, "nanti kalau sudah waktunya," yang ternyata dibalas dengan, "jangan terlalu lama, sudah waktunya ini," kata orang yang harusnya bertanggungjawab secara finansial atas pernikahannya nanti. Alma hanya bisa berteriak dalam hati, "seberapa siap anda secara finansial terhadap gelaran pernikahan saya, kalau saya segerakan?" untuk kebutuhan sehari-hari saja sudah berdarah-darah, kok bisa punya kepercayaan diri sebesar itu untuk menutut segera ke arah sana?
Jika menikah hanya perlu melegalkan hubungan secara hukun dan agama, jujur siap. Tapi, jika dituntut gelaran acara besar, di kepala Alma terucap, "dari mana duitnya?" Seandainya menikah cukup dengan Rp.10 Juta, mungkin sudah dilakukan.
#OpenToWork Sampai Cukup
Sampai hari ini, Alma masih berusaha cari pekerjaan sampingan. Mengisi pundi-pundi agar cukup menghidupi. Berusaha menutup jarak antara pengeluaraan dan pemasukan yang terus menganga. Mulai dari mendaftar pekerjaan sana sini, sampai mengorbankan data pribadi untuk pengembangan AI di DataAnnotation. Semua dilakukan.
Sempat menaruh harapan besar untuk bergabung menjadi Tendik di salah satu PTN ternama, namun terhalang domisili dan status kepegawaian yang masih disandang hari ini. Mungkin kita perlu coba lagi peruntungan di CPNS.
Badan Sehat, Ibadah Tepat
Tahun 2025 badan sudah gak terurus bentuknya. Pola makan dan tidur tidak jelas. Perawatan kulit juga banyak skip. Tidak pernah olahraga. Titik baliknya, celana yang dipunya jadi gak layak pakai akibat penumpukan lemak jenuh di beberapa area. Bisa makin repot kalau gak segera dikontrol. Harus restock beberapa set pakaian. Mulai Ramadan badan terasa lebih enak setelah 1 pekan puasa. Apa sebaiknya dilanjutkan jadi puasa rutin?
Dirasa-rasa, puasa itu membantu sekali kontrol nafsu dan porsi makan. Bayangkan aja, sepanjang puasa rasanya lapar pengen makan dan minum ini itu. Begitu buka puasa, makan 1 menu utama pun sudah cukup. Kenyang sampai mendekati waktu tidur. Ditambah lagi, puasa bikin lebih hemat. Biasa perlu keluar biaya ngopi di siang/sore hari, plus makan siang dan malam di luar kalau berangkat kerja. Saat puasa cukup nuruti keinginan makan di waktu buka dan nafsu makan sudah teratasi.
Selain puasa, Alma mulai coba lebih banyak 'bergerak'. Dimulai dari konsisten ikuti instruktur YouTube. Bebas pilih set olahraga yang mana. Sementara tanpa alat-alat khusus. Bisa berkeringat pun sudah alhamdulillah banget. Setelah workout dan badan lelah, tidur bisa lebih awal.
Bersamaan dengan ibadah puasa, ibadah wajib pelan-pelan kita perbaiki. Walaupun belum sempurna, sambil jalan kita sempurnakan. Siapa tau dengan begini, Allah akan tunjukkan jalan keluar persoalanku selama ini. Sebaik-baiknya perencana.
Dual Domisili
Akibat drama di rumah awal Ramadan kemarin, Alma memutuskan dual domisili. Jadi Alma akan selalu punya tempat singgah kalau ke kota ini. Tidak khawatir merepotkan kawan. Meskipun jadi pengeluaran tambahan tiap bulan. Mari kita lihat sampai kapan bisa bertahan. April 2026 akan jadi bulan pertama dual domisili. Bismillah dilancarkan rezekinya untuk memenuhi kebtuhan ini. Hitung-hitung persiapan pindah domisili beneran *eh
Humbled Down
Beberapa waktu ini Alma banyak introspeksi. Merefleksikan diri dan bagaimana selama ini bersikap. Melihat kehidupan 'orang tua' itu bikin khawatir. Takut di kemudian hari akan bernasib layaknya beliau jika masih bersikap seperti beliau. Suka tidak suka, sadar maupun tidak, trait beliau terbawa kemanapun. Sikap jelek yang makin disadari perlu dikoreksi. Relasi yang perlu banyak diperbaiki. Belum terlambat untuk menambal.
Ternyata, permulaan tahun 2026 not so bad. Banyak juga hal baik terjadi. Bukan hal yang mega baik, tapi cukup. Cukup menunjang diri menuju versi lebih baik. Langkah demi langkah. Pelan pelan. Gak harus sama dengan pencapaian orang lain. Character arc Alma masih terus berjalan. Berharap makin baik. Terus membaik dan gak berhenti sampai mati.
Komentar
Posting Komentar